Sabtu, 20 Oktober 2018

SISTEM WAKTU NYATA

Sistem waktu nyata adalah sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah sistem waktu-nyata adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu  hasil-hasil  tersebut  dikeluarkan.
sistem waktu-nyata dapat dibagi menjadi tiga kelas, yaitu :
1.   Hard Real-Time
Adalah sistem yang harus memenuhi tenggat waktu pada setiap kesempatan. Contoh sistem dari kelas ini adalah sebuah sistem yang melakukan shutdown dari sebuah roket. Sebuah delay yang tak  terduga  selama  setengah  detik  mungkin  dapat  menyebabkan  roket  meledak.  Penentuan apakah sebuah sistem termasuk dalam kategori hard real-time tidak berdasarkan waktu respon rata-rata yang dimilikinya, melainkan berdasarkan waktu respon terburuk.
2.   Soft Real-Time
Adalah sistem yang jika suatu saat gagal dalam memenuhi tenggat waktu, tidak akan menyebabkan kegagalan sistem. Semua sistem komputer dapat dikategorikan dalam kelas ini karena  semua  sistem  harus  memenuhi  definisi  di  atas,  dalam  dimensi  yang  berbeda-beda. Contoh sistem dari kelas ini adalah sebuah video player yang seharusnya selalu menampilkan setiap frame sesuai dengan rate yang diinginkan. Delay selama setengah detik tidak akan menyebabkan kegagalan yang fatal, tetapi akan mengganggu kenyamanan user.
3.   Firm Real-Time
Adalah sistem yang memiliki karakteristik pewaktuan seperti sistem hard real-time tapi mampu menjalankan aplikasi waktu-nyata level user seperti aplikasi grafis atau TCP/IP yang biasanya tidak dapat dijalankan oleh sistem hard real-time.

Bahasa pemrograman waktu-nyata memiliki peranan yang penting dalam pembangunan sistem waktu-nyata. Bahasa pemrograman  waktu-nyata  yang baik sebaiknya  memiliki  beberapa karakteristik sebagai berikut:
1.   Efisien dalam penggunaan CPU
2.   Mampu menangani pemrograman I/O yang intensif
3.   Memiliki sintaks sederhana, untuk mengurangi kompleksitas program sehingga kemungkinan kesalahan dapat diperkecil
4.   Didukung oleh sistem operasi
5.   Memiliki tool pendukung seperti debugger dan profiler

Contoh pada ketinggian air.
                                 jarak 1 detik
       ↓                              →                               ↓
sensor membaca                                         alarm berbunyi.
ketinggian air.

keterangan : jika air sudah melebihi batas normal atau batas yang ditentukan maka dalam waktu satu detik alarm itu akan berbunyi.
Copyrigt sanurtanio